uangindonesia

Mata Uang Indonesia Sebelum Kemerdekaan RI

uangindonesiaMata uang Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu dimulai dari sebelum kemerdekaan hingga sekarang. Rupiah bukan merupakan mata uang yang berlaku di Indonesia sejak awal, terdapat berbagai jenis uang yang telah beredar sebelum Rupiah dikeluarkan. Berikut merupakan rangkuman sejarah dari mata uang Indonesia sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Sejarah Mata Uang Indonesia Sebelum Merdeka

Pada awalnya, koin yang berfungsi sebagai uang telah digunakan pada masa kerajaan lama seperti kerajaan Mataram, Sriwijaya dan Majapahit. Uang Indonesia yang digunakan pada saat itu kebanyakan berbentuk logam baik yang terbuat dari emas, perak ataupun tembaga. Tradisi uang logam ini mulai mengalami perubahan setelah kedatangan para penjajah dari berbagai negara ke Indonesia. Sejak saat itu, uangindonesia menjadi terbagi atas berbagai macam mata uang seperti mata uang Gulden dan Sen yang diterbitkan oleh Bank dari Hindia Belanda yaitu De Javasche Bank yang digunakan untuk perdangangan pada masa Hindia Belanda.

Mata uang Indonesia kembali mengalami perubahan setelah perubahan penjajahan dari penjajahan Belanda menjadi penjajahan Jepang. Pemerintahan Jepang mengambil alih Indonesia pada tahun 1942 dan menjajah Indonesia selama 3 tahun. Pemerintah Jepang menarik seluruh mata uang Belanda yang telah diterbitkan dan diedarkan kemudian menggantinya dengan mata uang cetakan mereka sendiri. Bank Jepang yaitu Bank Nanpo Kaihatsu merupakan bank yang mencetak mata uang tersebut, walaupun nama mata uang tersebut masih dalam bahasa Belanda yaitu Gulden Hindia Belanda.

Pada akhir masa penjajahan Jepang, mereka berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan mencetak mata uang baru yang menggunakan bahasa Indonesia yaitu Rupiah Hindia Belanda. Dikarenakan situasi keuangan dan ekonomi yang masih kacau dan tidak stabil, maka uang Gulden cetakan Belanda, Gulden cetakan Jepang serta Rupiah Hindia Belanda ini tetap digunakan pada waktu yang bersamaan. Setelah itu, tentara Sekutu yang disebut NICA mendarat di Indonesia dan berusaha mendudukinya dengan menarik Gulden cetakan Belanda danmenggantinya dengan uang NICA atau Gulden NICA. Uang NICA ini dinyatakan ilegal oleh  Bung Karno karena semua tulisan serta lambang dalam uang tersebut menampilkan karakter kepala negara Belanda pada saat itu.

Related posts: