cara budidaya jamur tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih: Kebutuhan Nutrisi

cara budidaya jamur tiramCara budidaya jamur tiram putih kali ini kita akan membahas tentang cara mengatur nutrisi yang dibutuhkan oleh jamur, termasuk udara dan pH, beserta mencegah serangan hama. Jamur tiram putih merupakan tumbuhan saprofit fakultatif aerobic yang mana memerlukan oksigen dalam pertumbuhannya. Oleh karena itu, jamur harus dirawat di tempat yang lancar peredaran udaranya, agar mendapat suplai oksigen yang baik. Jika suplai oksigen terbatas, tubuh buah akan terganggu pertumbuhannya. Suplai oksigen yang terbatas juga menyebabkan tubuh buah berukuran kecil dan tidak normal. Tubuh buah di dalam tempat yang kurang suplai oksigen juga akan cepat layu bahkan mati. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memberikan ventilasi pada ruangan tempat Anda merawat jamur.

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih: Kebutuhan Nutrisi

Untuk cara budidaya jamur tiram putih, Miselium jamur membutuhkan karbon dioksida yang cukup tinggi, antara 15% sampai 20%. Namun, jamur tiram jika tumbuh di tempat yang terlalu banyak karbon dioksida akan menghasilkan tubuh buah tidak normal. Tudungnya biasanya berukuran kecil daripada tangkai. pH yang dibutuhkan oleh miselium jamur tiram agak asam antara 5,0 sampai 6,5. Kondisi yang terlalu asam dapat mengakibatkan miselium terganggu, tumbuhnya jamur lain, hingga dapat menyebabkan kematian pada jamur tiram. Kondisi yang terlalu basa, justru bisa mengakibatkan sistem metabolisme jamur tidak efektif. Bisa juga berakibat kematian. Buah jamur dapat tumbuh baik dalam pH antara 6,8 – 7,0.

Media yang dapat digunakan untuk menanam jamur di antaranya adalah kayu tiruan berbentuk silinder. Isinya adalah gergaji kayu, tepung-tepungan, ampas tebu, kapur, air, dan pupuk P. Protoplas membutuhkan fosfor, nitrogen, dan nutrisi lain. Karbon juga dibutuhkan untuk membentuk protoplasma dan suplai energi. Sedangkan Nitrogen diperlukan dalam membentuk asam nukleat. Kitin dan protein dan dibutuhkan dalam membentuk dinding sel. Dalam membudidayakan jamur tiram, hadirnya mikroorganisme lain bisa mengakibatkan persaingan nutrisi, sehingga jamur tiram tidak bisa tumbuh optimal. Ada juga sebagian kompetitor yang mengeluarkan toksin pada jamur tiram. Oleh karena itu, Sterilisasi media adalah cara budidaya jamur tiram yang efektif untuk menghindari adanya kompetitor mikroorganisme lain.

Related posts: